Jumat, 21 Oktober 2011

AKU PERGI SAJA YAH???

Kita tidak sedang dibuai mimpi.. Kita hanya sedang menikmati nyata,, yang sepi..
Kau tegap dalam hening,, dan semeter dihadapanmu,, aku menatapmu tak mengerti..

Ingin kukoyak ujung diam ini,, hingga ada sedikit geliat,, biar terdengar sedikit saja suara..

Hey kamu...
Iyaa kamuu...

Lihat,, perih ini sudah membukit, mungkin hampir menyentuh langit.. Bosan ini sudah membuncah, sebentar lagi pasti akan pecah..  Dan lelah ini sudah menyentuh puncak gelisah..

Kau,, masih berani  tak peduli..??

Baiklah,, kubiarkan saja kau menua dengan diam ini,, dalam hening sepi yang kau pelihara sendiri..

Aku pergi saja ya..??

Kita sudah menyia-nyiakan waktu sebegini lama.. Kau memang tidak lagi ragu dengan perasaanmu,, tapi nyatanya kau tak juga kunjung berani melangkahkan kaki.. Masih saja tak bergeming..

Aku terluka,, tentu saja...

Oleh karenanya,, aku pergi saja ya..??

Atau,, kau bisa mengajariku bagaimana menahan luka ini lebih lama..??

Kita bedua terikat masa,, akan terantuk pada batas.. Menunggu diam hanya membuang waktu..

Tenang saja,, aku tidak akan lupa tentang bahagia kita,, tentang tawa-tawa bersama kita dan tentang mimpi-mimpi kita..:)

Akan selalu kuingat, bagaimana sentuhan tanganmu di dahiku selalu membuat demam tubuhku mereda,, bagaimana anggukanmu selalu menjadikan rengekanku berganti sorak bahagia,, bagaimana bergenggaman denganmu seperti menggulung badai emosi,, hingga bagaimana aku kerap menangis saat kaupun selalu tak bisa menolak permintaanya..

Cerita ini terbangun hanya dengan kita sebagai pelakon utama,, tanpa dia seharusnya..

Tapi terlanjur..

Diamku memberikanmu hatimu kesempatan untuk  memilih,, tapi tak kau lakukan..

Ah, cukup.. Jangan sampai kita menyesali waktu nanti..

Kurobek saja ujung sepi ini,, dengan tiga kata..

 Aku pergi ya..???



*Barangkali,, kau akan lebih mengerti aku tanpa keberadaanku*

Senin, 19 September 2011

"AY LEKAS SEMBUH YA...

Matahari memang bersinar, tapi tidak pancarkan cerahnya, mendung menutupinya.

Aku hanya manusia biasa yang tidak bisa apa2. Aku harap matahariku dapat bersinar lagi. Bersinar cerah hiasi hatiku.

Sayang lekas sembuh ya. . .

Aku ingin kita dapat bercanda lagi, tertawa bersama lagi. Sayang sabar ya, semua pasti ada jalan keluarnya.

Aku juga tau beban ini terlalu berat bagimu. Tapi yakinlah semua pasti akan berlalu. Aku ingin matahariku bersinar cerah lagi, karena hanya dengan senyum dan keceriaan di wajahmu matahariku dapat bersinar cerah.

Aku harap dan selalu berdoa pada Tuhanku untuk segera hilangkan mendung dalam hatimu.

:-* amin

Minggu, 18 September 2011

"AKU TAK PANTAS KAU SAYANGI"

Aku tak pantas menerima sayangmu..

Bukan karena kamu, tapi karena aku.. Aku hanya manusia egois yang tak pernah mengerti kamu.

Rasanya aku ingin pergi jauh dari kamu, tapi aku tahu... aku tak bisa hidup tanpamu…

Hal yang paling membuatku sedih adalah, aku tak bisa memberimu apa- apa.. hanya luka……………………. Maafkan aku jika selama ini banyak luka yang aku berikan.

Tapi kau juga harus tahu, aku hanya tak ingin terluka.. kau tahu bukan seberapa dalam lukaku, jika belum mungkin nanti akan kuberi tahu.. tapi justru keinginanku menorehkan luka di hatimu.

Jika aku menyuruhmu pergi itu tidak benar, aku hanya merelakanmu.. Mungkin lebih baik aku sendiri daripada menjadi luka di hati mu yang munkin akan kau simpan hingga akhir ini.. aku tak ingin luka itu kau kenang,,, hanya itu.

Awalnya aku pikir kau tak menyayangiku.. karna kau tak pernah menagis untukku, tapi betapa teganya aku telah membuatmu menangis.

Aku sungguh menyesal...

Aku ingin kau sayangi, tapi aku tak pantas kau sayangi karena aku hanya manusia yang tidak tahu terima kasih tapi jika kau tetap menyayangiku...

AKU BERSYUKUR ADA ORANG YANG MENYAYANGIKU SEPERTI KELUARGAKU. DAN JIKA KAU TETAP MENYAYANGI DAN MENGHARAPKANKU, KU HARAP KITA BISA BERTEMAN HINGGA AKHIR NANTI....

TEMAN YANG SELALU TERSENYUM BERSAMA, DAN SALING MENGINGATKAN JIKA ADA KESALAHAN….

AMIN AMIN AMIN

Doa Usaha Ikhtiar Tawakal

TUHAN.... aku tak tahu apa yang akan terjadi di esok hari. Hanya kepada_MU aku berdoa semoga aku berserta orang-orang yang aku cintai dan aku sayangi senantiasa dalam lindungan_MU.

'amin yaa rabbal alamin'

Senin, 11 April 2011

Kebahagian Milik Semua Orang

Didalam kamar tidurku, ku rebahkan tubuh ini untuk melepas lelah. Ku putar lagu dari cd playerku untuk menemani heningan di malam ini.

Namun tatapan mataku menerawang kearah langit-langit plafon atap kamarku. Sejenak aku berpikir, inilah aku yang ingin meraih kebahagian yang hakiki, kebahagian untuk orang-orang yang aku sayangi dan aku cintai.

Malam kian meninggi larut dalam sepi dan keinginanku semakin kuat untuk meraih itu semua hidup bahagia dengan rasa cinta yang tulus.

Aku harus semangat.
Aku tidak boleh diam ditempat.

Selamat malam, selamat beristirahat, selamat tidur untuk menyambut hari esok yang penuh harapan

*ale.disini*

Minggu, 10 April 2011

Energi Emosi Ku


Emosi adalah sebuah ungkapan jiwa. Mulai bayi kita sudah memiliki emosi yang akan tetap mengawal kita sampai kita mati. Emosi diciptakan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari diri kita. Bentuk emosipun bermacam-macam, tergantung keadaan dan situasi apa yang sedang kita alami. Menangis, sedih, tertawa terbahak bahak begitu juga marah adalah ungkapan emosi yang keluar. Menangis, sedih dan tertawa mungkin tidak terlalu memberikan efek yang luar biasa, tetapi emosi yang keluar dalam bentuk kemarahan  bisa memberikan efek yang luar biasa.
Tadi pagi saya keluar rumah dengan bentuk emosi kemarahan, karena mengalami sesuatu hal yang memancing emosi tersebut timbul, dan sepanjang perjalanan emosipun tersalur secara tidak cerdas, lalu timbul kesadaran, ingin menulis tentang emosi menurut saya.

Berdasarkan pengalaman kata emosi sering diidentikkan dengan kemarahan, dan kemarahan timbul karena ada sebuah ketidak cocokan antara keinginan diri, keegoisan, rasa ke akuan dengan lingkungan. Misalnya begini, masuk kamar mandi melihat air yang kosong, pakaian kotor, maka jika emosi kemarahan yang dominan maka hasilnya adalah sebuah kemarahan memprotes keadaan tersebut.
Kemarahan membutuhkan obyek pelampiasan, dan siapa obyek tersebut? Tentunya adalah mereka yang berada disekitar kejadian perkara. 
Jika emosi orang tua terhadap anaknya yang tidak mau belajar maka akan tersalurkan lewat kata-kata untuk menyuruh anaknya belajar, bentuk kata-kata yang keluar sangat tergantung dari tingkat emosi orang tua tadi. Emosi dalam bentuk kemarahan yang tersalur dengan kata-kata marah maka anak tersebut mau belajar, walau dengan kondisi takut. Jadi mau belajar karena takut dimarahin.
Seorang Manajer yang marah terhadap anak buah dikarenakan pekerjaan yang tidak terselesaikan, maka yang timbul adalah emosi, kenapa pekerjaan tersebut tidak selesai.
Manajer adalah jabatan untuk mengatur system pekerjaan yang terkelola dalam suatu system dan sebaiknya luapan emosi dalam bentuk kemarahan seorang manajer seharusnya sangat berbeda dengan kemarahan yang pertama yang dialami oleh seorang ayah tadi. Pertanyaan nya dimana letak perbedaannya? Letaknya adalah pada obyek yang menerima luapan emosi tadi. Seorang anak dengan tingkat emosi yang masih rendah, tentunya masih mampu untuk menuruti kehendak orang tua, tetapi jika yang dimarahi adalah seorang yang dewasa maka akibatnya tentu akan lain. Sebagai manusia dewasa, maka tingkat emosipun akan turut berkembang, dan apa akibatnya jika dua orang dewasa saling meluapkan emosi.
Disini kita memerlukan apa yang kita sebut penyaluran emosi. Pak Covey dalam buku 7 habit of highly effective people mengatakan Berusaha lah untuk mengerti terlebih dahulu baru dimengerti, maka cobalah menarik nafas sebelum marah dan mencoba mencari jawaban kenapa bawahan saya tidak mampu menyelesaikan pekerjaanya, ini merupakan sebuah prinsip komunikasi empatik yang menyelaraskan kekuatan emosional seorang manajer dengan bawahannya. Dalam kasus pertama tadi memarahi anakS bukanlah sesuatu yang dapat diberikan pembenaran, jangan akarena sebagai seorang ayah yang karena anaknya masih kecil, maka boleh untuk dimarahin. Sang Ayah juga harus melakukan hal yang sama dengan manajer tadi,  agar sinergi kekuatan pun akan terjalin, sehingga anak tadi akan mau belajar dengan sendirinya.

Teori Termodinamika pertama adalah “energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan tetapi dapat dikonversi dari suatu bentuk ke bentuk yang lain. Dalam mekanika kita mengenal bahwa besar usaha oleh suatu gaya pada  suatu benda = hasil kali komponen gaya pada arah jalan dg panjang jalan tersebut. Artinya ada sebuah pertukaran tenaga antara sistem dg lingkungan dan sebaliknya dapat juga  dilakukan oleh sistem dapat pula dilakukan terhadap system……(bingung euy..)
Maksudnya begini Jika Emosi kemarahan adalah energi maka rubahlah energy emosi tadi menjadi energy dalam bentuk lain dalam lingkungan tersebut diantaranya adalah dengan membentuk energi empatik yang mencoba untuk menegerti sebelum dimengerti, maka system tadi yaitu kemarahan terhadap anak buah akan berubah menjadi sebuag sinergisitas yang saling menguntungkan. Sungguh saya yakin dengan hal ini.
System hubungan bos-anak buah bukan lah hubungan irreversible (satu arah) tetapi hubungan yang terjadi adalah hubungan reversible, ada sebuah kesetimbangan yang terjadi, emosi akan menggiring kita pada ketidak seimbangan, dan ketidak seimbangan bukan hanya menggangu anak buah saja tetapi system secara keseluruhan. Dalam Bab yang lain pak Covey menekankan perlunya sebuah Paradigma saling ketergantungan agar kesetimbangan tetap pada tempatnya, sinergisitas terwujud bukan karena dorongan searah dari atas ke bawah tetapi adanya sebuah kerja sinergi diantara pihak-pihak yang berada dalam suatu sistem.
Emosi bukan sesuatu yang negative manakala kita sanggup merubahnya menjadi energi dalam bentuk lain yaitu energi empatik sehingga energi potensial yang ada di dalam diri anak buah mampu terekspresi dan sang Bos pun memberikan reaksi berupa apresiasi. Semoga kita terutama mampu melakukannya..

Selasa, 05 April 2011

"ORATOR"

Jangan tundukan kepala
Ketika hak-hak kita diperkosa ditelanjangi.
Tak ada solusi jika berdiam diri.
Katakan pada mereka bahwa kita bukan sampah