Kita tidak sedang dibuai mimpi.. Kita hanya sedang menikmati nyata,, yang sepi..
Kau tegap dalam hening,, dan semeter dihadapanmu,, aku menatapmu tak mengerti..
Ingin kukoyak ujung diam ini,, hingga ada sedikit geliat,, biar terdengar sedikit saja suara..
Hey kamu...
Iyaa kamuu...
Lihat,, perih ini sudah membukit, mungkin hampir menyentuh langit.. Bosan ini sudah membuncah, sebentar lagi pasti akan pecah.. Dan lelah ini sudah menyentuh puncak gelisah..
Kau,, masih berani tak peduli..??
Baiklah,, kubiarkan saja kau menua dengan diam ini,, dalam hening sepi yang kau pelihara sendiri..
Aku pergi saja ya..??
Kita sudah menyia-nyiakan waktu sebegini lama.. Kau memang tidak lagi ragu dengan perasaanmu,, tapi nyatanya kau tak juga kunjung berani melangkahkan kaki.. Masih saja tak bergeming..
Aku terluka,, tentu saja...
Oleh karenanya,, aku pergi saja ya..??
Atau,, kau bisa mengajariku bagaimana menahan luka ini lebih lama..??
Kita bedua terikat masa,, akan terantuk pada batas.. Menunggu diam hanya membuang waktu..
Tenang saja,, aku tidak akan lupa tentang bahagia kita,, tentang tawa-tawa bersama kita dan tentang mimpi-mimpi kita..:)
Akan selalu kuingat, bagaimana sentuhan tanganmu di dahiku selalu membuat demam tubuhku mereda,, bagaimana anggukanmu selalu menjadikan rengekanku berganti sorak bahagia,, bagaimana bergenggaman denganmu seperti menggulung badai emosi,, hingga bagaimana aku kerap menangis saat kaupun selalu tak bisa menolak permintaanya..
Cerita ini terbangun hanya dengan kita sebagai pelakon utama,, tanpa dia seharusnya..
Tapi terlanjur..
Diamku memberikanmu hatimu kesempatan untuk memilih,, tapi tak kau lakukan..
Ah, cukup.. Jangan sampai kita menyesali waktu nanti..
Kurobek saja ujung sepi ini,, dengan tiga kata..
Aku pergi ya..???
*Barangkali,, kau akan lebih mengerti aku tanpa keberadaanku*
Kau tegap dalam hening,, dan semeter dihadapanmu,, aku menatapmu tak mengerti..
Ingin kukoyak ujung diam ini,, hingga ada sedikit geliat,, biar terdengar sedikit saja suara..
Hey kamu...
Iyaa kamuu...
Lihat,, perih ini sudah membukit, mungkin hampir menyentuh langit.. Bosan ini sudah membuncah, sebentar lagi pasti akan pecah.. Dan lelah ini sudah menyentuh puncak gelisah..
Kau,, masih berani tak peduli..??
Baiklah,, kubiarkan saja kau menua dengan diam ini,, dalam hening sepi yang kau pelihara sendiri..
Aku pergi saja ya..??
Kita sudah menyia-nyiakan waktu sebegini lama.. Kau memang tidak lagi ragu dengan perasaanmu,, tapi nyatanya kau tak juga kunjung berani melangkahkan kaki.. Masih saja tak bergeming..
Aku terluka,, tentu saja...
Oleh karenanya,, aku pergi saja ya..??
Atau,, kau bisa mengajariku bagaimana menahan luka ini lebih lama..??
Kita bedua terikat masa,, akan terantuk pada batas.. Menunggu diam hanya membuang waktu..
Tenang saja,, aku tidak akan lupa tentang bahagia kita,, tentang tawa-tawa bersama kita dan tentang mimpi-mimpi kita..:)
Akan selalu kuingat, bagaimana sentuhan tanganmu di dahiku selalu membuat demam tubuhku mereda,, bagaimana anggukanmu selalu menjadikan rengekanku berganti sorak bahagia,, bagaimana bergenggaman denganmu seperti menggulung badai emosi,, hingga bagaimana aku kerap menangis saat kaupun selalu tak bisa menolak permintaanya..
Cerita ini terbangun hanya dengan kita sebagai pelakon utama,, tanpa dia seharusnya..
Tapi terlanjur..
Diamku memberikanmu hatimu kesempatan untuk memilih,, tapi tak kau lakukan..
Ah, cukup.. Jangan sampai kita menyesali waktu nanti..
Kurobek saja ujung sepi ini,, dengan tiga kata..
Aku pergi ya..???
*Barangkali,, kau akan lebih mengerti aku tanpa keberadaanku*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar